Feeds:
Posts
Comments

Beberapa hari ini saya iseng-iseng lihat statistik dan search engine terms dari blog ini dan menemukan ada lumayan banyak pencarian yang berhubungan dengan netbook yang katanya keluaran Belanda Point Of View Mobii 9010 meskipun dibawahnya ada tulisan Made in China.

Pada post awal saya tentang produk ini,  saya hanya menyampaikan cara instalasi driver WiFi pada linux Ubuntu yang memang belum bisa mendeteksi perangkat wireless VIA VT 6656 ini.  Namun dengan ditemukannya kata-kata seperti driver, LAN card cara setting WiFi pada search engine terms di blog statistik blog ini mungkin ada baiknya jika saya berbagi sedikit informasi tentang netbook ini, terlebih lagi saya telah sebulan lebih menggunakannya.

mobii green

Seperti inilah tampak luar dari POV Mobii yang saya incar dari pertengahan Agustus lalu, meskipun pada akhirnya saya cuma bisa dapat yang warna putih.

Ada beberapa hal menarik tentang netbook ini terutama dari sisi driver yang disertakan. Di post tentang Mobii sebelumnya, saya menceritakan tentang perangkat wireless yang tidak terdeteksi di Ubuntu. Sebelum saya memutuskan untuk menghapus Ubuntu 8.10 Intrepid dan menggantinya dengan Ubuntu 9.04 Jaunty, sebenarnya setelah menghapus Intrepid, saya sudah menginstall XP terlebih dahulu. Permasalahan muncul karena driver yang disertakan ternyata tidak sesuai.  Driver dari CD bawaannya Mobii yang cocok hanya driver VGA dan Soundcard saja. Web Cam, WiFi, dan LAN card pada saat itu belum berfungsi bahkan sampai pada saat saya membuat dual boot di netbook saya dengan Ubuntu 9.04 Jaunty.

Berbekal internet gratis koneksi dewa ( 7 Mbps lebih ) dari kantor, saya mencari driver untuk perangkat-perangkat yang belum berfungsi tersebut. Di situs resminya POV (http://www.pointofview-online.com) , saya berhasil menemukan driver untuk webcam, namun driver untuk perangkat lainnya belum bisa saya temukan.

Di situs VIA ( www.viaarena.com ) akhirnya driver wireless ethernet berhasil saya dapatkan berbekal informasi dari Device Manager-nya Windows XP.

Yang paling sulit ditemukan adalah driver LAN card ( Ethernet Controller) karena device manager sama sekali tidak memberikan informasi tentang jenis LAN Card yang terpasang di netbook ini. Merk dan tipe LAN Card justru saya peroleh dari Ubuntu Jaunty yang memang sudah bisa mendeteksi otomatis LAN card yang digunakan, yang ternyata adalah keluaran J-Micron (tidak terlalu umum).  Driver berhasil saya download dan setelah di install, LAN dapat berjalan dengan sempurna.

Untuk anda yang kesulitan menemukan driver untuk POV Mobii anda, seperti halnya saya (dulu tentunya) anda bisa men-downloadnya di link dibawah ini.

webcam : XP driver

WiFi VIA VT6656 : XP driver

LAN Card  JMicron PCI-E Fast Ethernet Card : XP driver

Secara umum saya puas dengan produk ini meskipun ada sedikit kekurangan terutama dari segi suara speaker yang kecil sekali, bahkan setelah slider volume dinaikkan ke posisi maksimum. Resolusi gambar tajam,dan jelas meskipun ditempat yang terang seperti diluar bangunan (pada siang hari tentunya). Batere lumayan tahan lama bisa sampai 4,5 jam dalam penggunaan normal. Panas masih bisa ditolerir, tidak menjalar sampai ke keyboard, dan akan lebih bagus lagi apabila dibawahnya diberi notebook cooler. Saya pernah menyalakan netbook ini non stop selama lebih dari 6 jam dengan menggunakan adaptor dan panas yang dihasilkan masih standar-standar saja.  Menggunakan ubuntu Jaunty, proses boot up sampai login screen hanya sekitar 5 detik saja.Overall, baguslah, meski tanpa bluetooth atau modem 3G.

Firefox dalam Firefox

Hidden trick

Firefox didalam Firefox ? Bingung kan ? tapi ini beneran. Buat anda yang menggunakan browser firefox anda bisa mengetikkan “chrome://browser/content/browser.xul” tanpa tanda petik di address bar firefox dan perhatikan apa yang terjadi ( meminjam kata-katanya pak Mario).

Tanggal 21 Oktober kemaren, keinginan saya untuk memiliki sebuah netbook yang bisa dibawa-bawa ke kantor akhirnya terpenuhi juga. Setelah sebelumya melakukan berbagai survey secara online melihat begitu banyaknya tipe dan merk yang tersedia, akhirnya pilihan saya jatuh pada POV Mobii 9010. Spesisifkasi yang ditawarkan menurut saya sudah sangat mencukupi meski belum dilengkapi dengan perangkat bluetooth. Pada awalnya tujuan saya adalah memiliki sebuah notebook yang memadai, namun apa jadinya dengan komputer desktop saya ? mau dijual sayang karena harganya pasti jauh jatuhnya. Akhirnya ambil jalan tengah saja sekalian penghematan budget. Adapun spesifikasi lengkap dari Netbook ini adalah :

mobii 9010

Proc : Intel Atom N270 1,6 GHz

Memory : 1 GB (Upgradeable to a max of 2GB) DDR2

Harddisk : 160 GB SATA WDC

VGA : Intel GM 950

Wifi : VT6656 VIA

LCD : 10,2 Inches

LAN : Onboard J Micron PCIE High Speed Ethernet Card

Soudcard : Realtek High Definition Audio

Webcam 1,3 MP

6 cells Baterry

Untuk anda yang kesulitan memperoleh driver Windows XP untuk perangkat tertentu dari netbook ini bisa dilihat disini

Netbook yang saya ambil ber-sistem operasi Linux Ubuntu 8.10 Intrepid (preinstall) dan memang sengaja pilih linux karena bisa memotong harga netbook sampai Rp.500.000,-.dengan demikian saya bisa menghemat sekitar Rp.900.000 dari total budget. Harganya waktu itu adalah Rp.3.100.000,- untuk yang berwarna putih dan Rp.3.200.000 untuk warna yang lain. Saya ambil yang putih karena saat itu yang Hijau sedang kosong (kata mbaknya yang jual) meskipun sebenarnya saya kurang begitu percaya. Test awal menggunakan sistem operasi default (Ubuntu Intrepid) semua berjalan sesuai fungsi. Sebenarnya saya sudah tidak berniat untuk mengganti sistem operasinya. Maksud hati ingin sekalian membiasakan diri dengan Ubuntu dan tidak terlalu tergantung lagi dengan windows. Namun apa daya, password root Ubuntu tidak disertakan, bahkan pihak toko saja tidak tahu. Mengapa saya butuh password root ? karena root adalah account administrator yang mampu melakukan perubahan sistem sacara penuh. Jadi tanpa password itu saya tidak akan bisa melakukan update Ubuntu atau sekedar merubah settingan network sekalipun. Akhirnya itu Ubuntu saya hapus dan saya ganti dengan versi Jaunty Jackalope Ubuntu 9.04. Mau nunggu 9.10 masih sekitar semingguan baru release. Selesai instalasi, wireless network kosong sama sekali. Perangkat WiFi tidak bekerja, tepatnya perangkat WiFi tidak terdeteksi oleh Ubuntu. Setelah melihat isi CD driver yang disertakan, saya sedikit lega ( Isi CD driver sebenarnya tidak sesuai dengan hardware , misalnya untuk LAN card, WiFi, WebCam saya harus mencari sendiri diinternet ) karena didalamya ternyata disertakan juga driver untuk Linux yang kebetulan sesuai dengan merk wireless controllernya. Untuk yang kebingungan mengenai cara menginstall driver wiFi VT6656 di Ubuntu bisa mengikuti cara-cara dibawah ini asal anda punya driver bawaan dari Mobii.

1. Di driver Mobii ada Folder Linux Driver, Lihat isinya dan copy-kan folder WIFI_VT6656_Linux_src_v1.19.11_x86 ke direktori tmp pada partisi Ubuntu.

2. Buka Terminal, Masuk ke folder tmp dengan menggunakan perintah cd /tmp, kemudian masuk ke folder WIFI_VT6656_Linux_src_v1.19.11_x86 dengan mengetikkan cd /WIFI_VT6656_Linux_src_v1.19.11_x86

3. Masih di terminal, ketik sudo make clean, masukkan password root

4. lanjutkan dengan mengetikkan perintah sudo make install.

5. Setelah proses selesai, restart Ubuntu, dan jika semua berjalan normal perangkat wifi akan berjalan dengan sempurna.

Semoga membantu

p.s : don’t hesitate to leave me a comment or question

Melanjutkan bingung sesi pertama, keesokan harinya dengan semangat 45 datang ke kantor sedikit (” cuma sedikit”) agak pagi. Berbekal 3 keping CD installer pinjaman kulangkahkan kaki menuju ke ruangan komputer yang akan dan pasti membuatku pusing tujuh kali tujuh puluh tujuh keliling.

Tak banyak langkah baru yang dibuat, mayoritas sama saja seperti hari sebelumnya. Dengan asumsi bahwa installer milik kantor kondisinya tidak sempurna, kuputuskan untuk menggunakan installer milik teman satu perjuangan. Hasilnya, nihil… CD tetap di by pass oleh BIOS dan langsung baca boot sector dari Harddisk.

Masih tetap dengan rasa penasaran, kali ini yang digunakan bukan CD installer XP melainkan CD start up Windows 98. Semua berlangsung dengan lancar,  bisa masuk ke-DOS, tapi niat mem-format partisi Windows ternyata tidak bisa dilakukan. DOS bilang “partisi tidak dikenal”. Wew… hebat…

Kebetulan sebelumnya sudah download iso image dari Ubuntu 9.04 .  Langsung saja itu Live CD punya Ubuntu saya masukkan ke DVD-ROM. Berhasil boot dan langsung masuk ke Ubuntu. Daripada capek-capek bikin bootdisk atau boot USB DOS cuma untuk memformat harddisk, saya putuskan untuk melakukannya dengan menggunakan aplikasi partition manager milik Ubuntu. Setelah format selesai saya coba restart dan menggunakan installer XP lagi.

Karena harddisk benar-benar kosong, kali ini CD bisa di boot dan instalasi Windows berhasil sampai ke tahap copy file. Namun begitu komputer restart, muncul pesan error lagi, lengkapnya saya lupa tapi intinya mengatakan bahwa harddisk atau partisi komputer rusak. Whattttt ?

Pikir-pikir lagi, pusing lagi, What did I miss from the whole process ? Jangan-jangan instalasi XP gagal terus  cuma gara-gara 2 partisi Linux sebelumnya yang sudah dihapus tapi belum dibuat jadi partisi utuh, dan statusnya masih unallocated.

Saya masuk ke Live CDnya Ubuntu lagi, format partisi windows lagi, dilanjutkan dengan membuat partisi dari sisa partisi linux yang sebelumnya saya hapus dan memformatnya sementara ke FAT 32. Lalu…

Komputer di-restart dengan installer Windows XP dan proses instalasinya berhasil sampai akhir. Wew, ternyata sisa harddisk di Logical drive bisa bikin instalasi Windows XP berhenti ditengah jalan ? Dan CD WIndows XP nggak akan bisa booting di Lenovo jika BIOS tahu di Harddisk sudah ada Windows XP ?  Masih belum bisa dipastikan, tapi paling tidak buat saya ini bisa jadi referensi buat trial and error moments yang selanjutnya.

Solved problem will always be a friend..

Hari ini ada sedikit masalah dengan salah satu komputer kantor yang memang dikhususkan sebagai fasilitas pendukung bagi rekanan yang mau melakukan lelang elektronik. Virus yang cukup sangat merepotkan bernama “conficker” entah bagaimana bisa nyantol disana.

Pada awalnya saya berniat untuk membuat system backup agar sewaktu-waktu windows mengalami masalah bisa langsung di restore tanpa perlu repot-repot melakukan instalasi ulang.  Masalah muncul saat mau meng-eject flashdisk, eh.. si windows nggak mau berpisah.  Berawal dari rasa curiga akhirnya kuputuskan untuk melakukan penyelidikan. Selidik demi selidik, eh si firefox gak mau buka symantec.com, norman.com juga, avg.com juga enggak. Ciri-ciri khas conficker, kido ya kayak gini ini.

Pengalaman nyoba-nyoba ngilangin conficker ternyata nggak segampang melenyapkan virus lokal. And so I was stucked… sementara job desc mewajibkan semua komputer ini harus bebas virus.

Mau nggak mau dengan sangat terpaksa harus melangkah ke lemari buat ngambil CD Windows lagi ( jujur aja, yang ini versi bajakan ). Dilema kedua timbul. Saya ingat kalau komputer itu dual OS, Windows berduet dengan Ubuntu 8.04. Kalau mo install ulang Windows otomatis boot grubnya Linux juga bakal ketimpa dong. Aduh…, install ubuntu lagi ??? atau cuma memperbaiki boot grubnya ???

Bodo ah, restart, masuk bios ubah boot sequence ke CD. Install ulang aja, toh ubuntu juga jarang dipake. Lha make windows aja rekanan masih banyak yang bingung. Nah… Masalah utama nongol nih…

CD Windows gak mau booting, padahal urutannya di BIOS sudah oke dan jadi device yang pertama dalam daftar media booting. Komputer tetap melewatkan DVD-Rom, langsung membaca hardisk trus menampilkan boot menu Linux. Ini terjadi berulang-ulang, beberapa kali restart, setting BIOS, tekan F12 (temporary startup device, tapi ini adanya di komputer Lenovo).  Entah bagaimana sesekali bisa booting lewat CD, tapi windows yang di install malah nggak sempurna ( keluar pesan “file hal.dll rusak”). Wadawww…

Giliran mau booting ulang dari CD lagi, si Lenovo M55 ini ngulah. CD windows di bypass, dilirik aja nggak dan langsung masuk ke pesan “file hal.dll rusak”. Sedikit frustrasi saya coba tanya ke mbah Google. Mbah google memberi beberapa link ke orang-orang yang punya masalah sama dengan saya dan anehnya tak ada solusi sama sekali. Forum di lenovo juga tidak banyak membantu.

Penasaran untuk yang kedua kalinya, saya coba di komputer lainnya ( perlu diketahui komputer di tempat saya semuanya bermerk Lenovo Thinkcentre dengan berbagai tipe ). Kekhawatiran saya benar, komputer yang lainnya juga mengulah, gak mau booting lewat CD.

Bosan, capek dan frustrasi tentunya, saya putuskan untuk mengakhiri sebuah tanda tanya besar hari ini dan melanjutkannya besok.

Older Posts »