Hari ini ada sedikit masalah dengan salah satu komputer kantor yang memang dikhususkan sebagai fasilitas pendukung bagi rekanan yang mau melakukan lelang elektronik. Virus yang cukup sangat merepotkan bernama “conficker” entah bagaimana bisa nyantol disana.
Pada awalnya saya berniat untuk membuat system backup agar sewaktu-waktu windows mengalami masalah bisa langsung di restore tanpa perlu repot-repot melakukan instalasi ulang. Masalah muncul saat mau meng-eject flashdisk, eh.. si windows nggak mau berpisah. Berawal dari rasa curiga akhirnya kuputuskan untuk melakukan penyelidikan. Selidik demi selidik, eh si firefox gak mau buka symantec.com, norman.com juga, avg.com juga enggak. Ciri-ciri khas conficker, kido ya kayak gini ini.
Pengalaman nyoba-nyoba ngilangin conficker ternyata nggak segampang melenyapkan virus lokal. And so I was stucked… sementara job desc mewajibkan semua komputer ini harus bebas virus.
Mau nggak mau dengan sangat terpaksa harus melangkah ke lemari buat ngambil CD Windows lagi ( jujur aja, yang ini versi bajakan ). Dilema kedua timbul. Saya ingat kalau komputer itu dual OS, Windows berduet dengan Ubuntu 8.04. Kalau mo install ulang Windows otomatis boot grubnya Linux juga bakal ketimpa dong. Aduh…, install ubuntu lagi ??? atau cuma memperbaiki boot grubnya ???
Bodo ah, restart, masuk bios ubah boot sequence ke CD. Install ulang aja, toh ubuntu juga jarang dipake. Lha make windows aja rekanan masih banyak yang bingung. Nah… Masalah utama nongol nih…
CD Windows gak mau booting, padahal urutannya di BIOS sudah oke dan jadi device yang pertama dalam daftar media booting. Komputer tetap melewatkan DVD-Rom, langsung membaca hardisk trus menampilkan boot menu Linux. Ini terjadi berulang-ulang, beberapa kali restart, setting BIOS, tekan F12 (temporary startup device, tapi ini adanya di komputer Lenovo). Entah bagaimana sesekali bisa booting lewat CD, tapi windows yang di install malah nggak sempurna ( keluar pesan “file hal.dll rusak”). Wadawww…
Giliran mau booting ulang dari CD lagi, si Lenovo M55 ini ngulah. CD windows di bypass, dilirik aja nggak dan langsung masuk ke pesan “file hal.dll rusak”. Sedikit frustrasi saya coba tanya ke mbah Google. Mbah google memberi beberapa link ke orang-orang yang punya masalah sama dengan saya dan anehnya tak ada solusi sama sekali. Forum di lenovo juga tidak banyak membantu.
Penasaran untuk yang kedua kalinya, saya coba di komputer lainnya ( perlu diketahui komputer di tempat saya semuanya bermerk Lenovo Thinkcentre dengan berbagai tipe ). Kekhawatiran saya benar, komputer yang lainnya juga mengulah, gak mau booting lewat CD.
Bosan, capek dan frustrasi tentunya, saya putuskan untuk mengakhiri sebuah tanda tanya besar hari ini dan melanjutkannya besok.